DPRD Klungkung Siap Kontrol Penggunaan Anggaran

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Legislatif beserta Eksekutif melaksanakan rapat paripurna terkait penyampaian Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Klungkung tahun anggaran 2017 di kantor DPRD Klungkung, di Semarapura, Klungkung, Bali, Senin (14/11/2016).
Dalam pidatonya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan rancangan peraturan daerah tentang APBD tahun anggaran 2017 didahului dengan penyusunan Rencana Kerja Anggaran dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (RKA-SKPD) yang disususun dengan pendekatan penganggaran terpadu dan berdasarkan pencapaian kinerja.
Guna mencapai visi dan misi pembangunan Klungkung tahun 2013 -2018 yaitu “Terwujudnya Klungkung yang Unggul dan Sejahtera”, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan 7 program unggulan yang akan dilakukan pemerintah Kabupaten Klungkung, antara lain pembangunan Klungkung sebagai pusat seni dan budaya, peningkatan akses dan mutu pendidikan melalui pemerataan pembangunan sarana pendidikan dan wajib belajar 9 tahun, pusat rujukan Rumah Sakit Bali Timur melalui peningkatan Rumah Sakit Pratama di Nusa Penida serta peningkatan pelayanan RSUD Klungkung sesuai standart type B, Pengembangan kepulauan Nusa Penida sebagai pusat unggulan pariwisata terpadu, peningkatan pendapatan petani melalui pengembangan pertanian berbasis agrobisnis, menurunkan angka kemiskinan melaui pengembangan dasar perumahan dan pemukiman, pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu, dan pemerdayaan masyarakat termasuk pelatihan, usaha ekonomi mikro dan kecil, serta pemberian kredit usaha dan yang terakhir pelestarian lingkungan hidup menuju Klungkung (Go Green), melalui pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.
 
 
“Pokok-pokok yang menjadi kebutuhan masyarakat itu sudah pasti jadi program unggulan,” ujar Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta usai mengikuti paripurna.
Sementara, Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru mengapresiasi program unggulan yang telah disusun oleh eksekutif.
Menurutnya, apa yang telah disusun oleh eksekutif sudah pro rakyat guna mencapai masyarakat Klungkung yang unggul dan sejahtera.
“Tetap seperti sebelumnya, kita akan tetap monitor ke lapangan. Kita akan tetap kontrol agar fungsi tetap berjalan dengan baik dan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan anggaran,” kata Wayan Baru seusai menjalani paripurna.
Dalam peripurna tersebut, dijelaskan pula Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Klungkung pada APBD 2017 dirancang Rp 124,01 miliar.
Angka ini meningkat sebesar Rp 20,08 miliar atau 19,33 persen dari APBD 2016 yang hanya sebesar Rp 103,92 miliar.
Itu artinya dalam setahun PAD Kabupaten Klungkung naik sebesar Rp 20,08 miliar.
 
Sumber : http://bali.tribunnews.com